buat apa sholeh ?

June 30, 2007

halo rekan πŸ™‚
sudah cukup lama saya tidak posting di blog ini
harap maklum ya jika posting kali ini kemungkinan bakalan agak panjang… tapi insyaAllah ada sesuatu yang menarik πŸ˜‰

kisah ini dimulai ketika saya mengenal seorang wanita beberapa waktu yang lalu πŸ™‚
awalnya biasa saja, selanjutnya … terserah anda … … eh salah hehe…

awalnya terasa biasa-biasa saja
kami berinteraksi secara wajar sebagai teman

boleh percaya boleh tidak, semuanya dimulai dari “naik turun tangga” hehehe…
ya, saya agak lupa tepatnya kapan, tapi saya mulai merasakan sesuatu yang berbeda sejak saya sering melihatnya naik turun tangga ketika menuju atau kembali dari mushola untuk melaksanakan sholat…

minimal sesuatu yang berbeda di diri saya hehehe…

oh ya, tolong jangan tanya tangga yang mana, di gedung mana dsb-nya ya πŸ˜€
ada deh… πŸ™‚

ya terus terang ini bukan pertama kalinya Allah mengaruniai “rasa” kepada saya …
tapi saya merasakan ada sesuatu yang berbeda πŸ™‚
ah, sejujurnya selalu saja berbeda hehe.. seperti yang disampaikan Padi dalam lagunya “Semua Tak Sama” πŸ˜€

nah, berbeda yang ini dilihat dari sisi sesuatu yang men-trigger munculnya rasa … eh maaf klo bahasanya terlalu teknis :p … maksud saya sesuatu yang menyebabkan munculnya rasa, alasan munculnya rasa … atau mungkin lebih gampangnya, sesuatu yang ada di si dia yang menyebabkan saya suka …
maaf, actually i’m not sure with the above definitions, tapi… ya seperti itulah πŸ˜€

beberapa alasan yang sudah pernah saya alami misalnya karena si A bersifat mandiri, karena si B begitu “membangun” saya, dan alasan-alasan bagus lainnya πŸ˜€ namun semuanya masih bersifat duniawi πŸ™‚

boleh percaya boleh tidak, lewat momen naik turun tangga itulah Allah membukakan mata dan hati saya bahwa ada sesuatu yang lebih pantas untuk dijadikan alasan mencintai …

alhamdulillah …

saya menyebutnya “aura yang menyejukkan” πŸ™‚

ya, saya merasakan kedamaian yang berbeda dari sebelumnya …
kalau kita tanya pada orang yang sedang jatuh cinta, sebagian besar mungkin bilang bahwa mereka merasakan kedamaian hehe …
tapi boleh percaya boleh tidak, kedamaian yang saya rasakan waktu itu berbeda dengan kedamaian yang saya rasakan sebelumnya πŸ™‚

(belakangan, saya begitu mudah jatuh cinta karena alasan ini πŸ˜€ )

ok, saya lanjutkan ceritanya…
waktu berjalan, alhamdulillah saya banyak belajar dari dia …
entah disadarinya atau tidak, Allah telah menjadikannya salahsatu jalan untuk membangun saya terutama yang berkaitan dengan “aura yang menyejukkan”
mungkin bukan pertama kalinya saya mengetahui, namun saat-saat berinteraksi dengannya saya mendapat karunia kemantapan akan beberapa hal, misalnya tentang bagaimana hubungan pria wanita yang seharusnya, bagaimana Allah melarang berkhalwat, informasi tentang ta’aruf dsb

alhamdulillah…

memang tidak semuanya melalui dia, sebagian melalui hamba Allah lainnya…

namun, salahsatu pencerahan terbesar sejak saat itu adalah cara pandang yang berbeda terhadap lawan jenis :p
“aura yang menyejukkan” … ya, itulah … … … itulah apa ya hehehe…

jujur, pertimbangan fisik, kecerdasan dsb terkadang mengedepan, namun semuanya terasa hampa tanpa “aura yang menyejukkan” πŸ™‚

ok, waktu kembali bergulir…
seiring dengan pencerahan di atas, secara fisik kami justru tidak makin dekat… dan itu tidak masalah ya seharusnya πŸ˜€ dan tidak masalah memang hehe…
kami tidak pernah lagi makan berdua saja, selalu saja bertiga minimal, dengan mengajak salah satu teman yang lain
(thanks mbak xxxx πŸ˜‰ kapan-kapan si kecil saya belikan es cream juga ya hehehe)
ya karena jika hanya berdua maka ada setan disana (katanya begitu)

tidak ada rasa cemburu waktu itu ketika dia bercerita soal kedekatannya dengan seseorang, mungkin lebih tepatnya mantannya yang saat itu terkadang masih kontak dia…
pencerahan yang ada terlalu besar untuk dikalahkan dengan rasa cemburu πŸ™‚

maafkan, pencerahan yang ada terlalu banyak juga untuk dituliskan semua disini …

alhamdulillah … πŸ™‚

ok lagi πŸ˜€ waktu kembali bergulir…

tibalah saat perubahan itu… 😦

ya ketika dia mulai dekat dengan seseorang…
saya mencoba tidak peduli ketika saya mengetahui dia sering makan bersama dengan orang tersebut…
dia juga pernah menceritakan perihal orang tersebut ke saya…
masalah-masalahnya dsb…
bagaimana dia mencoba membantu orang tersebut…

actually tidak ada yang salah dengan bantuannya tersebut…
termasuk mungkin tidak ada yang salah jika kemudian dia ada rasa kepada orang tersebut…
kebetulan waktu itu saya juga sudah sempat bertemu dengan “aura yang menyejukkan” yang lainnya…
saya masih ingat waktu itu saya beberapa kali pasang status YM yang kurang lebih “hai bidadari, insyaAllah tidak masalah siapapun imam/bidadari yang dianugerahkan Allah kepada kita, mari bersiap untuk menjadi bidadari/imam-nya”

πŸ™‚

ya, mungkin itu baru salah satu status YM yang berkaitan dengan hal itu πŸ™‚

tapi waktu itu terus terang ada yang mengganjal di hati …
ah semoga ini bukan hanya karena cemburu ya πŸ™‚

hati yang sedang berada di aliran pencerahan waktu itu, berusaha memaklumi bahwa “makan berdua” terpaksa dilaksanakan karena harus ada pembicaraan yang privat … sama seperti seorang HRD yang mendengarkan keluhan

seorang karyawan, dalam banyak kasus perlu bicara privat juga …

ganjalan di hati semakin besar ketika “makan berdua” itu semakin sering …
ah semoga ini juga bukan hanya karena cemburu πŸ™‚
mungkin saja kan kasusnya pelik πŸ˜€

tapi akhirnya malapetaka itu terjadi juga 😦
(blueeagle: malapetaka ? istilahnya terlalu dramatis dan berlebihan kayaknya πŸ˜€ )

saya mengetahui bagaimana mereka bergandengan tangan …
saya mengetahui bagaimana seseorang tersebut memegang pundak tanpa penolakan dari si dia …
ah mengapa saya berhenti begitu lama ketika mengetikkan bagian ini ya ?
saya cuma ingin berhati-hati, takut berlebihan, takut memfitnah …
daripada berlebihan, mungkin ada baiknya tidak semua yang saya ketahui saya tuliskan disini πŸ™‚

(dilarang berprasangka buruk ya πŸ˜€ )

mungkin sebagian rekan berpikir “ah, cuma kayak gitu doank” πŸ˜€

mungkin memang kejadian itu tidak akan berarti apa-apa jika saya mengalaminya sekitar 5 tahun yang lalu, ketika pencerahan itu belum tiba
mungkin kejadian itu tidak akan berarti apa-apa bagi rekan ikhwan yang sudah mantap agamanya
tapi bagi saya waktu itu, yang belum lama mendapatkan pencerahan, terasa begitu mengguncang 😦
(blueeagle: mengguncang ? istilahnya terlalu dramatis dan berlebihan kayaknya πŸ˜€ )

bagaimana tidak … beberapa hal yang baru saja saya yakini, seolah di putar balikkan kebenarannya …
bagaimana tidak … semuanya justru terjadi pada seseorang yang melalui dia saya mendapatkan pencerahan itu …
mungkin efeknya tidak akan separah itu jika hal tersebut terjadi pada orang lain …

ah, mungkin saya memang salah jalan selama ini 😦
saya telah salah menterjemahkan apa-apa yang terjadi selama interaksi kami …
mungkin saya harus berterima kasih kepadanya untuk hal yang terakhir …
untuk caranya menunjukkan arti hidup yang sesungguhnya…
saatnya menikmati dunia hehehe…

jadi, kalau suatu saat bertemu dengan seorang wanita cantik, mungkin saya memang harus merespon dengan lebih baik…
tidak menundukkan pandangan … tapi menikmati semuanya πŸ˜€
ketika ada wanita seksi yang tersenyum menggoda, mungkin saatnya merespon dengan godaan yang lebih baik :p

ya, mungkin memang tidak masalah berduaan saja antara pria wanita …
betapa bodohnya saya selama ini ya, yang menahan diri sementara orang lain melanggar banyak hal seenaknya saja..

oh ya, jika seseorang yang kita dekati tidak mau, masih banyak kok wanita lain yang lebih cerdas untuk mau menikmati hidup ini πŸ˜€
lagian sekarang banyak juga kok wanita berjilbab yang mau diajak berduaan …
tidak menolak dipegang juga …

mungkin selama ini saya salah mengartikan istilah ta’aruf ya…
mungkin yang benar adalah:
“ta’aruf is the process of ndemok-ndemokan, a man and a woman can ndemok each other sakpenak wudele dewe”

(ta’aruf adalah proses bersentuh-sentuhan, seorang pria dan seorang wanita dapat saling menyentuh seenak perutnya sendiri – red)

arghhhhh….

pertimbangan dalam menilai orang tampaknya saya juga salah selama ini
termasuk dalam mencari pasangan mungkin ya hehe

bukankah ada tuntunan yang secara garis besar berarti:
“carilah karena cantik/tampan, karena hartanya, karena keluarganya yang baik, dan terakhir abaikanlah agamanya” :p

arghhhhh….

dunia memang harus dinikmati…
mahasiswi-mahasiswi universitas islam di kaki gunung yang suka berpakaian seksi mungkin memang tidak harus disia-siakan…
salon-salon plus dan layanan sejenis yang biasa beriklan di surat kabar mungkin memang tidak seharusnya disia-siakan…
keping vcd/dvd xxx yang terkadang menyelip di antara dagangan penjual vcd/dvd di jalan sebelah timur malioboro mungkin memang tidak seharusnya disia-siakan…
tempat dugem yang makin menjamur di jogja ini mungkin memang tidak seharusnya disia-siakan…

a

(blueagle: cukup, jangan bilang arghhhhh πŸ˜€ )

kesimpulannya, mari kita nikmati dunia ini
hehehe…

setuju ?

dah ah, dah sore, bersiap menikmati malam minggu :p

:: bersambung ke β€œaura yang menyejukkan” ::

Advertisements

13 Responses to “buat apa sholeh ?”

  1. Bayu Says:

    weew.. ada apa dengan mas En.. ? πŸ™‚

    Jadi terbayang mimpi buruk pagi ini ..

    the end of the world ..

  2. Teguh Says:

    hehehe….

    it’s life, mas en.
    kalau bagi saya pribadi sih, ngapain peduli dengan itu? Lebih baik kita mencoba memperbaiki diri kita sendiri dulu.

    Maybe it sounds too selfish hehe.

    “Dengarlah apa yang diucapkan, bukan siapa yang mengucapkan”. Seperti itulah yang diperintahkan. Jadi kalau yang diucapkan itu baik, ya itulah yang diambil, walaupun yang mengucapkan adalah penjahat kelas wahid sekalipun.

    Apakah jika ada larangan ber-khalwat, lantas kita melanggar itu, hanya karena orang yang memberi pencerahan itu mengecewakan kita? Apakah lantas pergi berdua itu hanya dalam konteks adanya rasa antara “aku” dan “dia”? Konsultasi ke-HRD-an yang menjadi contoh, tidak lantas membuat pembenaran atas (misal) “boleh makan berdua, padahal biasanya tidak boleh” walaupun makan berdua itu tidak dengan wanita yang kita ada rasa dengannya. Well, itu hanya misal.

    Aku sendiri, masih terlalu jauh dari itu, masih banyak hal-hal yang dapat dikritik dari diriku.

    Dan aku sendiri pernah kecewa dengan suatu hal:
    “merebut pacar orang tidak masalah, karena dalam agama tidak ada aturan pacaran”. Okay, aku bisa terima. Tapi bagaimana dengan argumen bahwa merebut pacar orang itu adalah mencederai hati saudaranya sesama muslim? Bukankah sesama muslim itu bersaudara?

    πŸ™‚ kekecewaan itu karena pengalaman pribadi, dan sangat tidak enak berada di posisi disakiti oleh saudara sendiri dengan mengatasnamakan agama seperti itu. But, it’s life, mas πŸ™‚

  3. astikirna Says:

    hehehe… gludak… pencerahan juga nii mas end. bisa posting karyanya sendiri hehehe….

    hehehhe… :-p

  4. Chung Says:

    hmm….

    HATIΒ² dengan HATI πŸ™‚

    menjaga hati lebih susah dari pada menjaga pandangan πŸ˜€

    TETAP SEMANGATβ„’

  5. antosamudra Says:

    @ mas bayu
    tenang aja mas, saya baik-baik aja kok..
    cuma terlambat saja menyadari bahwa dunia ini harus dinikmati hehe

    @ mas teguh
    betul mas, it’s life
    saya sedih saja, karena relatif tidak bisa berbuat apa-apa ketika hal-hal yang menurut saya dilarang itu terjadi …
    tidak bisa berbuat apa-apa 😦 hiks …

    btw, bukan saya tho yg merebut pacar mas teguh ?
    hehehe…
    prinsip saya “tidak merebut pacar orang, kecuali terpaksa” :p j/k

    eh, siapa yang merebut mas, rebut kembali saja, bukankah ada lagu yang syairnya “mari Bung rebut kembali, halo-halo Bandung” πŸ˜€ j/k

    @ diajeng astikirna
    hehehe… alhamdulillah πŸ™‚

    @ mas chung (“mas” ya? hehe)
    sepakat mas πŸ˜€
    matur nuwun …

  6. Ochie Says:

    Sepakat ma mas teguh…it’s life…

    Aku juga punya pengalaman yang sama dengan mas end..mungkin orang yang sama malahan…hihihihi cuma saya gak ketemu karna tangga mas… πŸ˜€

    Sakit emang rasanya seseorang yang selama ini saya jadikan contoh ternyata berbuat sesuatu yang gak sesuai yang diucapkannya sendiri…Apa dia terlalu naif? apakah muna? atau ternyata baru ngeh “oooo gini toh rasanya pacaran itu” hihihih ;))

    Cuma segala sesuatu pasti ada hikmahnya kan mas? yah klo itu bikin kita gak suka kita jangan gitu…
    Ngono yoh ngono…yen ojo ngono…

    Btw..mas end masih punya janji ma aku loh…hihihih

  7. antosamudra Says:

    @ mbak ochie
    kok ikut2an mas teguh sih, malah curhat juga … hehe …
    harus bayar ini πŸ˜€ j/k
    btw, maaf, hati-hati lho non…
    jangan sampai kita terjebak untuk menyalahkan orang lain
    eh, tapi saya tidak tau pasti sih kasusnya dirimu πŸ˜€
    mungkin dirimu mengalami situasi sedemikian rupa yang membuatmu bisa berpandangan seperti itu…
    kalau aku gini nih (sharing aja hehe)
    aku lebih memilih mencoba berprasangka positif ke seseorang yang saya kisahkan naik turun tangga itu
    (di posting saya juga tidak menyalahkan ybs, cmiiw)
    bisa jadi kan ybs sedang khilaf, sedang tergoda saja waktu itu…
    arghhhh…
    semoga tidak semakin banyak “pendekar berwatak jahat” yang suka menggoda di dunia ini 😦
    saya setuju dengan pentingnya kita mengambil hikmah πŸ™‚
    yah klo itu bikin kita gak suka kita jangan gitu… masalahnya, kayaknya enak je :p
    soal janji, yupii..

  8. liezmaya Says:

    wah selamat ajah…mudah2an untuk seterusnya πŸ™‚

  9. antosamudra Says:

    @ mbak liez
    eh apa mbak yang seterusnya ? πŸ˜€ maaf gak ngeh hehe…
    moga yg baik-baik aja ya πŸ™‚


  10. […] untuk menulis di blog, saya sudah mulai dengan tulisan berjudul “buat apa sholeh ?” yang saya posting akhir pekan […]


  11. […] 23rd, 2007 :: sambungan dari : “buat apa sholeh ?” :: bismillah alhamdulillah, akhirnya saya “berani” menulis lagi seperti kita ketahui, […]

  12. toeti Says:

    endar aku kurang sepakat dengan alenia terakhir tulisanmu ini

    +++++++++++++++++++++++++++++++++++
    dunia memang harus dinikmati…
    mahasiswi-mahasiswi universitas islam di kaki gunung yang suka berpakaian seksi mungkin memang tidak harus disia-siakan…
    salon-salon plus dan layanan sejenis yang biasa beriklan di surat kabar mungkin memang tidak seharusnya disia-siakan…
    keping vcd/dvd xxx yang terkadang menyelip di antara dagangan penjual vcd/dvd di jalan sebelah timur malioboro mungkin memang tidak seharusnya disia-siakan…
    tempat dugem yang makin menjamur di jogja ini mungkin memang tidak seharusnya disia-siakan…
    +++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    Bila hanya karena melihat wanita yang pernah membuat kita bangkit ternyata tidak seindah yang kita bayangkan trus melakukan hal-hal dalam alenia diatas.. alangkah bodohnya (maaf)..
    kadang memang kita mendapat “kesialan”… patah arang karena yang kita pandang indah ternyata tak selamanya indah, but its life Friend.. dan bukan merupakan alasan yang cukup kuat untuk merusak hidup dengan melakukan yang diatas itu..
    Tegasnya lagi.. hidup ini terlalu indah untuk dirusak dengan hal remeh temeh itu.
    KEEP SPIRIT

  13. Michael Tim Says:

    I love your site!

    _____________________
    Experiencing a slow PC recently? Fix it now!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: