“aura yang menyejukkan”

July 23, 2007

:: sambungan dari : “buat apa sholeh ?” ::

bismillah πŸ™‚
alhamdulillah, akhirnya saya “berani” menulis lagi
seperti kita ketahui, salah satu sifat keimanan manusia adalah bisa naik turun, beda dengan malaikat πŸ™‚
sejujurnya, i’m not in a good condition bbrp waktu yang lalu
baru bbrp hari terakhir ini, alhamdulillah mulai membaik seiring dengan hadirnya begitu banyak “pencerahan” dariNya πŸ™‚

sejujurnya, saya “takut” menulis ketika sedang in a bad condition karena takut tulisan saya tidak membuat keadaan menjadi lebih baik, tapi malah sebaliknya… naudzubillah…

semoga tulisan saya ini bermanfaat dan membuat keadaan menjadi lebih baik
begitu juga dengan tulisan-tulisan saya selanjutnya
semoga Allah menyempurnakan jika ada yang kurang, amin

ok, mari kita mulai perjalanan ini…

mari kita mulai melihat lagi apa yang telah terjadi dalam perjalanan hidup kita…
saya ingin menunjukkan bahwa skenario Allah itu begitu indah πŸ™‚

silahkan rekan-rekan melihat sendiri dalam langkah masing-masing dari rekan-rekan, sambil saya coba berbagi tentang sentuhan-sentuhanNya yang sangat cantik dalam hidup saya …

sangat cantik… ya… sangat cantik πŸ™‚

A
sejujurnya A bukanlah wanita pertama yang saya tertarik padanya
saya tertarik terutama karena kemandiriannya
ya, dia mandiri… dengan begitu banyak aktifitas untuk wanita seumuran dia
dari kuliah, aktifitas di EO, juga posisi di sebuah industri media waktu itu

saya tidak melakukan cukup banyak pendekatan waktu itu
bahkan ketika kami sempat bertemu setelah dia memutuskan mau menikah dengan orang lain, dia sempat mengatakan “anto sih gak pernah bilang waktu itu” …
saya lupa waktu itu menjawab apa πŸ˜€

A, interaksi dengannya sedikit banyak merupakan langkah awal saya dalam mengenal makhluk yang namanya wanita
makhluk yang terkadang membingungkan :p

dik B
“peri angin” πŸ™‚
kalau rekan-rekan pernah menyimak blog saya sebelum ini (yang sudah almarhum πŸ™‚ ), tentu tidak asing dengan istilah tersebut
ya, saya menyebutnya “peri angin”
istilah dari komik sylphid, sebuah komik Jepang yang bercerita tentang kehidupan seekor kuda
ya, salahsatu komik kesukaannya πŸ™‚
saya tertarik kepadanya terutama karena dia yang membangun saya…
disadari atau tidak, dalam interaksi kami, banyak hal yang membangun saya…
akan menyenangkan jika dalam berinteraksi kita bisa saling membangun πŸ™‚

hal yang lain adalah kemanjaan yang menyenangkan :p
mungkin hanya “sekejap”
dalam salahsatu kesempatan, salah seorang rekan kami pernah bilang kurang lebihnya “baru lihat sekarang, mbak B bisa manja juga” dan diapun langsung tersadar :p

dan, sampai berita ini diturunkan hehe, dik B-lah satu-satunya wanita yang relatif secara eksplisit pernah mengungkapkan “sejujurnya ada rasa”
sesuatu yang mungkin sederhana, namun begitu berarti bagi seorang pria

dik B, salahsatu sentuhan cantikNya, salahsatu perantaraNya dalam memberi pelajaran tentang pentingnya hidup yang “berwarna” dan tentang perlunya saling membangun dijalanNya

mbak C
sudah saya ceritakan di “buat apa sholeh ?” :p
alhamdulillah, kalau boleh saya sarikan, pencerahan terbesar yang berkaitan dengan hubungan pria-wanita, saya peroleh ketika berinteraksi dengannya
bagaimana tidak, sejak saat itu cara pandang saya terhadap lawan jenis mengalami perubahan secara signifikan
bukannya saya tidak memperhatikan kecantikan fisik, bukannya saya tidak memperhatikan seberapa mandiri si dia, bukannya saya tidak memperhatikan seberapa si dia membangun saya, namun saya merasakan pencerahan yang luar biasa ketika saya bertemu dengan wanita yang “cantik” di hadapanNya…
yang ada adalah kesejukan, ketenangan, kedamaian …
saya menyebutnya “aura yang menyejukkan”
oh ya, saya tidak mengatakan bahwa munculnya kesadaran itu hanya karena mbak C lho ya
saya tidak ingin meniadakan peran bidadari-bidadari lainnya πŸ™‚

mbak C, terima kasih untuk menjadi perantaraNya dalam menyadarkan saya tentang “aura yang menyejukkan”

dik D
anggun… ya, anggun sekali πŸ™‚
sesungguhnya kami pernah bertemu beberapa tahun yang lalu, namun interaksi lebih banyak baru terjadi sejak tahun lalu, ketika saya sudah mendapat pencerahan tentang “aura yang menyejukkan”
saya merasakan aura itu ada pada dik D πŸ™‚
(sesungguhnya saya telah bertemu dengan cukup banyak “aura yang menyejukkan”)
bersih… ya, hati saya lebih bersih dalam menyikapinya dibandingkan penyikapan ke mbak C
di postingan saya yang berjudul “buat apa sholeh ?”, ketika bercerita soal mbak C saya tuliskan “pencerahan yang ada terlalu besar untuk dikalahkan dengan rasa cemburu”
ketika berinteraksi dengan dik D, rasa cemburu tersebut hampir tidak ada, termasuk ketika dia bercerita bahwa dia sudah dikhitbah oleh pria lain πŸ™‚
ya, mungkin saya terlambat ya πŸ˜€
tapi tidak juga, skenario Allah itu begitu indah
alhamdulillah, Allah sayang kepada saya dengan memberikan ujian itu
alhamdulillah, pencerahan tentang “aura yang menyejukkan” dariNya lebih kuat
ini adalah ujian tahap pertama, mungkin yang ringan dulu
ya, bagaimana saya bakalan mudah cemburu kalau dik D bercerita bahwa mereka menjalani proses ta’aruf, khitbah sebelum menikah
bagaimana saya bakalan mudah cemburu kalau proses yang mereka lalui begitu bersih, setidaknya menurut pandangan saya
hasilnya, ujian tersebut menguatkan keyakinan ini, insyaAllah tidak ada keraguan lagi untuk istiqomah dijalanNya, alhamdulillah πŸ™‚
semoga Allah senantiasa memberi kekuatan, amin

ada satu hal yang menarik tentang dik D
cerita dik D bahwa dia memperoleh pencerahan sejak sekitar 1,5 tahun sebelumnya
ketika dia masuk ke pondok pesantren selama bulan Ramadhan
sebelumnya dik D mengaku pernah pacaran juga dengan definisi yang umum
maaf, saya kurang begitu yakin detail yang dimaksudnya, tapi yang pasti, sejak 1,5 tahun sebelumnya itu, dik D mendapat pencerahan yang merubahnya

apa yang bisa kita ambil dari sini ?
bahwa orang itu bisa berubah
ajakan saya, mari dekatkan diri padaNya
seperti tulisan di salahsatu sampul buku yang pernah saya baca, kurang lebihnya begini: “tidak peduli seberapa jauh jalan salah yang telah engkau tempuh, berbaliklah sekarang juga”

dik D, salahsatu sentuhan cantikNya yang memberikan kemantapan atas “aura yg menyejukkan”

sekian… eh belum hehe

ok, kita lanjutkan…

alhamdulillah, Allah masih sayang kepada saya
Allah memberi ujian lagi dengan tragedi yang saya ceritakan di “buat apa sholeh ?”
(dari uraian saya di tulisan ini, kita akan menyadari bahwa insyaAllah itu sebenarnya bukan tragedi, lebih tepat disebut sebagai ujian)
dan ketika ujian tersebut diberikan setelah ujian pertama yang saya ceritakan di atas, alhamdulillah kondisi saya sudah lebih kuat saat itu
jadi, insyaAllah kondisi dalam diri saya tidak seburuk yang mungkin tersirat dari cerita saya di “buat apa sholeh ?”
insyaAllah i’m fine
mohon maaf kalau membuat khawatir beberapa pihak
terima kasih atas empatinya πŸ™‚

saya hanya ingin berbagi mengenai “aura yang menyejukkan”

setelah semua sentuhan cantikNya tadi, sepertinya keterlaluan kalau seorang antosamudra malah berbalik ke belakang …
lihatlah betapa skenario Allah tersebut telah membentuk jalur yang positif…
sekarang, saatnya melangkah kedepan di dalam “aura yang menyejukkan” πŸ™‚

(mohon jangan diartikan bahwa nama yang saya sebut lebih akhir pasti lebih baik daripada nama yang saya sebut lebih dulu, saya hanya menceritakan dari sisi pencerahan yang dikaruniakan Allah kepada saya)

selanjutnya, mengenai beberapa hal yang saya sebutkan di “buat apa sholeh ?”, saya kira kita sudah cukup dewasa untuk melihat mana yang seharusnya dilakukan, dan mana yang seharusnya tidak dilakukan

bagaimanapun “demok-demokan” tidak bisa dibenarkan
seharusnyalah kita menundukkan pandangan ketika menyikapi mahasiswi dengan pakaian seksinya
seharusnya pertimbangan agama menjadi yang lebih utama dalam memilih pasangan, lebih utama daripada faktor lainnya

mungkin tulisan ini akan terlalu panjang jika saya berbagi lebih detail mengenai poin-poin di atas
jika dirasa perlu, insyaAllah saya akan berbagi melalui tulisan yang lain

ajakan saya, jika anda berbeda pendapat dengan saya, kita sudah tau tuntunan yang seharusnya kita pakai kan?
ya, benar rekan, ada Al Qur’an… ada juga teladan dari Rasulullah SAW…

jika anda menemukan dalil yang menghalalkan “demok-demokan” misalnya, silahkan berbagi untuk kita diskusikan nanti πŸ™‚

sebelumnya, ijinkan saya berterima kasih kepada semua wanita yang melalui mereka Allah telah membangun saya menjadi hamba yang lebih baik … ini tidak terbatas kepada wanita-wanita yang saya sebutkan di atas …
maafkan jika saya belum menyikapi dengan sikap terbaik … sungguh, mohon maaf atas semua kesalahan saya …
dan akhirnya, keep istiqomah πŸ™‚

alhamdulillah…

terima kasih Ya Allah..
terima kasih untuk semua karunia nikmatMu…
terima kasih untuk semua sentuhan cantikMu…
terima kasih untuk semua tetes cinta kasihMu…
terima kasih untuk semuanya…

terima kasih Ya Allah.. terima kasih..

Ya Allah..
karuniailah kami jodoh dan keturunan untuk menjadi penenang hati kami
karuniailah kami jodoh dan keturunan yang sholeh/sholehah, yang membuat kami makin dekat kepadaMu, bukan sebaliknya
satukanlah kami dijalanMu, satukanlah kami di surgaMu

Ya Allah..
mohon … karuniakanlah Cahaya di setiap hembusan nafas di sisa hidup kami …
jadikanlah sisa hidup kami menjadi saat-saat yang begitu berarti …
saat-saat dimana yang ada hanyalah kebaikan …
dan nantinya …
ijinkanlah kami menghadapMu dalam keadaan bersih … dalam keadaan suci … dalam keadaan kekuatan iman dan takwa kepadaMu yang tertinggi ya Allah … dalam keadaan khusnul khotimah …

Ya Allah
sesungguhnya kami hanyalah hambaMu yang lemah, yang senantiasa mengharapkan ridlo dan pertolonganMu…
bimbinglah kami ke jalan yang paling Engkau ridloi…
karuniailah kami kekuatan dan pertolonganMu…

mohon … kabulkanlah semua doa dan permohonan kami …

Engkau lebih mengetahui yang terbaik untuk kami
kami serahkan semuanya kepadaMu ya Allah

(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”
(Q.S. Ali ‘Imran : 8 )

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
(Q.S. Al Maa’idah : 35)

… Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
(Q.S. Ath Thalaaq : 2-3)

Advertisements

6 Responses to ““aura yang menyejukkan””


  1. […] bersambung ke β€œaura yang menyejukkan” :: Posted by antosamudra Filed in […]

  2. vivi Says:

    skenario Allah memang indah pak End, percayalah bahwa endingnya adalah yg terbaik menurutNya..
    ..begitu jg dik a,b,c..ataupun mba z, k.. yg memang Allah pertemukan dgn Pak End.. itu semua jg skenarioNya..
    so,
    keep istiqomah dan tetap sholeh!

  3. Bayu Says:

    Jadi ingat sebuah sms indah dari seorang kawan..
    Kurang lebih begini :

    “Ibrat seorg anak yg mlihat sulaman ibunya dr bwh,yg dlihatnya adlh bnang yg kusut.
    Kdg qt jg sering mnengadah k langit dan mlihat btapa semrawutnya hdup ini,tp qt tdk pnah tahu apa yg 4JJI sulam diatas khdupan qt..”

    Luruskan niat mas..

    Semoga dimudahkan.. Aamiin

  4. fedy Says:

    “seharusnya pertimbangan agama menjadi yang lebih utama dalam memilih pasangan, lebih utama daripada faktor lainnya”

    bukannya dilihat dari mukanya, terus kekayaan, nasab, baru agama

    agama terakhir lho mas… :p

    mungkin bukan “seharusnya” kali ya mas, tapi “sebaiknya”

    semoga mas bisa dapat yang lebih baik…

  5. sikabayan Says:

    euh… hidup ini penuh dengan terpeleset atuh… tapinyah kehidupan adalah bangun dari jatuh terpeleset… πŸ™‚

  6. Dian Says:

    Insyaallah, akan ada akhir yang bahagia dari skenario Allah….Amin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: